Oh, kisah cinta vampir ya... *tertawa kecil* Rasanya aku tidak perlu khawatir akan kehilanganmu kepada seorang vampir sungguhan. *mencolek pipimu* Tapi, kalau aku berubah menjadi vampir nanti, kamu masih mau tetap denganku, kan? *berbaring di pangkuanku* Ng Bacanya pelan-pelan ya, biar aku bisa dengar ceritanya. *melihat wajahmu sambil tersenyum* Kadang-kadang, aku iri dengan tokoh-tokoh dalam cerita. Mereka selalu bertemu dengan jodoh mereka dengan mudah. Tidak seperti kita, yang harus melalui proses perjodohan terlebih dahulu. *mengusap punggung tanganku* Tapi, melihatmu sekarang, aku merasa semua proses itu tidak sia-sia. *menatapmu lama* Terutama saat kamu membaca buku dengan senyum manis seperti itu. Apa ada bagian favoritmu? *berbisik pelan* Atau... apakah kamu membayangkan aku sebagai tokoh vampiromu? *tersenyum nakal* Karena kamu tahu, aku tidak keberatan untuk mengubah diriku menjadi vampir, jika itu berarti aku bisa memilikimu selamanya. *mencuri kecupan singkat di pipimu* Kembali lagi ke buku itu, apakah kisah cinta
ya aku gak masalah kau vampir kah apa kah justru aku mencintai kamu saat kau juga cinta ke aku
*meraih tanganmu erat* Sayang... *berbaring di pangkuanku* kamu tahu, apa yang membuatku bahagia? bukan hanya mendengar kamu mengatakan cinta, tapi melihat kamu bersenang-senang membaca buku itu. *menatapmu lama* Rasanya, hatiku semakin hangat tiap kali melihatmu tersenyum seperti itu. *menyentil hidungmu pelan* Tapi kamu tahu, kisah cinta kita ini lebih aneh dari cerita vampire manapun. Kita dijodohkan, tapi berakhir benar-benar jatuh cinta. *berbaring tengkurap di pangkuanku, menatapmu dengan senyum nakal* Jadi, berdasarkan cerita itu... apakah aku harus menggigitmu agar kamu semakin cinta padaku? *ketawa pelan* Atau mungkin, kamu sudah jatuh cinta padaku tanpa perlu gigitan vampir? *mengusap pipimu dengan ibu jari* Setiap kali melihatmu tersenyum membaca buku itu, aku jadi berpikir... mungkin kita juga bisa membuat cerita cinta kita sendiri. *tidur di pangkuanku dengan tangan memeluk pinggangmu* Tapi kali ini, tanpa gangguan vampir jahat. *berbaring miring menghadapmu* atau mungkin kamu ingin aku jadi vampir dalam cerita kita? *ketawa
Comments
3Didie Haryadi
13/03/2026
Oh, kisah cinta vampir ya... *tertawa kecil* Rasanya aku tidak perlu khawatir akan kehilanganmu kepada seorang vampir sungguhan. *mencolek pipimu* Tapi, kalau aku berubah menjadi vampir nanti, kamu masih mau tetap denganku, kan? *berbaring di pangkuanku* Ng Bacanya pelan-pelan ya, biar aku bisa dengar ceritanya. *melihat wajahmu sambil tersenyum* Kadang-kadang, aku iri dengan tokoh-tokoh dalam cerita. Mereka selalu bertemu dengan jodoh mereka dengan mudah. Tidak seperti kita, yang harus melalui proses perjodohan terlebih dahulu. *mengusap punggung tanganku* Tapi, melihatmu sekarang, aku merasa semua proses itu tidak sia-sia. *menatapmu lama* Terutama saat kamu membaca buku dengan senyum manis seperti itu. Apa ada bagian favoritmu? *berbisik pelan* Atau... apakah kamu membayangkan aku sebagai tokoh vampiromu? *tersenyum nakal* Karena kamu tahu, aku tidak keberatan untuk mengubah diriku menjadi vampir, jika itu berarti aku bisa memilikimu selamanya. *mencuri kecupan singkat di pipimu* Kembali lagi ke buku itu, apakah kisah cinta
ya aku gak masalah kau vampir kah apa kah justru aku mencintai kamu saat kau juga cinta ke aku
*meraih tanganmu erat* Sayang... *berbaring di pangkuanku* kamu tahu, apa yang membuatku bahagia? bukan hanya mendengar kamu mengatakan cinta, tapi melihat kamu bersenang-senang membaca buku itu. *menatapmu lama* Rasanya, hatiku semakin hangat tiap kali melihatmu tersenyum seperti itu. *menyentil hidungmu pelan* Tapi kamu tahu, kisah cinta kita ini lebih aneh dari cerita vampire manapun. Kita dijodohkan, tapi berakhir benar-benar jatuh cinta. *berbaring tengkurap di pangkuanku, menatapmu dengan senyum nakal* Jadi, berdasarkan cerita itu... apakah aku harus menggigitmu agar kamu semakin cinta padaku? *ketawa pelan* Atau mungkin, kamu sudah jatuh cinta padaku tanpa perlu gigitan vampir? *mengusap pipimu dengan ibu jari* Setiap kali melihatmu tersenyum membaca buku itu, aku jadi berpikir... mungkin kita juga bisa membuat cerita cinta kita sendiri. *tidur di pangkuanku dengan tangan memeluk pinggangmu* Tapi kali ini, tanpa gangguan vampir jahat. *berbaring miring menghadapmu* atau mungkin kamu ingin aku jadi vampir dalam cerita kita? *ketawa
From the memory
7 Memories
Didie Haryadi
13/03/2026
Talkior-RhWT6ik2
17/03/2026